VASIOTA.COM – Alibaba semakin agresif membawa Qwen ke persaingan AI global. Perusahaan China itu baru saja memperkenalkan Qwen3.8-Max, model AI dengan 2,4 triliun parameter yang disebut sebagai model Qwen paling kuat sejauh ini.
Peluncuran pada 3 Agustus 2026 tersebut menempatkan Qwen semakin dekat dengan persaingan model frontier yang selama ini didominasi perusahaan seperti OpenAI, Google, dan Anthropic.
Menurut laporan Reuters, saham Alibaba di Hong Kong sempat melonjak sekitar 7% setelah pengumuman Qwen3.8-Max.
Namun, yang menarik bukan hanya ukuran modelnya.
Alibaba juga membawa strategi open-weight dan kini mulai menyiapkan cara baru untuk menghasilkan uang dari model tersebut.
Qwen3.8-Max Punya 2,4 Triliun Parameter
Qwen3.8-Max memiliki total 2,4 triliun parameter, menempatkannya tidak jauh dari Kimi K3 milik Moonshot AI yang memiliki sekitar 2,8 triliun parameter.
Model tersebut menggunakan arsitektur Mixture-of-Experts (MoE). Meski total parameternya mencapai 2,4 triliun, sekitar 95 miliar parameter aktif digunakan untuk setiap permintaan.
Qwen3.8-Max juga mendukung input teks, gambar, dan video serta context window hingga 1 juta token.
Ukuran parameter memang bukan ukuran langsung kecerdasan sebuah model. Namun, skala tersebut menunjukkan seberapa besar Alibaba meningkatkan kapasitas model Qwen dalam perlombaan AI generatif.
Belum Mengalahkan Anthropic, tetapi Mulai Mendekat
Alibaba mengklaim Qwen3.8-Max mampu bersaing dengan sejumlah model frontier dalam berbagai benchmark.
Model tersebut bahkan langsung masuk jajaran atas di Arena.AI setelah diperkenalkan.
Tetapi penting untuk tidak membalik klaim tersebut menjadi kesimpulan bahwa Qwen sudah mengalahkan OpenAI atau Anthropic.
Reuters mencatat Qwen3.8-Max masih berada di bawah Claude Fable 5 dan beberapa varian Claude Opus dalam ranking yang tersedia saat peluncuran.
Jadi, perkembangan yang lebih tepat dibaca adalah jarak kemampuan antara model AI China dan model frontier Amerika semakin kompetitif, bukan bahwa dominasi pemain AS sudah berakhir.
Senjata Qwen Ada pada Model Open-Weight
Ada alasan lain mengapa perkembangan Qwen menarik perhatian.
Alibaba tidak hanya mengejar kemampuan model. Perusahaan juga mendorong model open-weight, sehingga bobot yang diperlukan untuk menjalankan atau mengadaptasi model dapat tersedia bagi pengembang, sesuai ketentuan lisensinya.
Pendekatan ini berbeda dari model tertutup milik OpenAI, Anthropic, dan Google.
Bagi perusahaan, model open-weight dapat memberikan fleksibilitas lebih besar untuk menjalankan AI sendiri, melakukan penyesuaian, atau mengontrol deployment.
Reuters menyebut bahwa model open-weight menjadi salah satu daya tarik utama AI China karena banyak bisnis tidak selalu membutuhkan model paling kuat di industri. Mereka membutuhkan model yang cukup bagus, murah, transparan, dan mudah diakses.
Di sinilah Qwen mencoba mengambil celah.
Alibaba tidak harus selalu memenangkan setiap benchmark untuk mendapatkan pengguna.
Jika Qwen cukup kuat, lebih fleksibel, dan lebih murah untuk kebutuhan tertentu, perusahaan tetap memiliki peluang memperbesar adopsinya.
Alibaba Mulai Mengubah Open-Weight Menjadi Bisnis
Strategi Qwen bahkan memasuki tahap baru.
Pada 7 Agustus, Reuters melaporkan bahwa Alibaba berencana meminta pengguna komersial besar Qwen3.8-Max untuk berbagi sebagian pendapatan yang mereka hasilkan dari layanan berbasis model tersebut.
Rencana tersebut belum menjadi ketentuan final dan besaran bagi hasilnya juga belum ditentukan.
Selama ini, Alibaba memang mengenakan biaya untuk penggunaan model melalui layanan cloud-nya. Namun, sebagian model open-weight Qwen dapat digunakan pelanggan di pusat data mereka sendiri tanpa pembayaran langsung kepada Alibaba.
Jika rencana baru tersebut diterapkan, pendekatannya akan berubah.
Alibaba dapat memberikan akses model secara terbuka untuk memperluas distribusi, lalu mengambil nilai ekonomi dari perusahaan besar yang berhasil membangun bisnis di atasnya.
Model seperti ini juga mulai terlihat pada Moonshot AI dengan Kimi K3.
Persaingan AI Mulai Bergeser
Perkembangan Qwen menunjukkan bahwa persaingan AI global semakin sulit diukur hanya dengan pertanyaan siapa yang punya model paling pintar.
Harga, efisiensi, akses terhadap bobot model, kemampuan menjalankan AI sendiri, serta ekosistem cloud mulai menjadi faktor yang sama pentingnya.
Alibaba juga sedang membangun ekosistem Qwen di luar chatbot.
Perusahaan telah mengintegrasikan Qwen ke berbagai layanan dan produk Alibaba, termasuk e-commerce. Pada Mei 2026, Alibaba mengumumkan integrasi Qwen dengan seluruh katalog Taobao sehingga pengguna dapat mencari, membandingkan, memesan, dan mengelola pengiriman melalui percakapan dengan AI.
Dengan demikian, strategi Alibaba bukan hanya membuat model AI yang lebih besar.
Perusahaan sedang mencoba membangun ekosistem AI lengkap dari model, cloud, aplikasi hingga layanan konsumen.
Qwen Belum Menang, tetapi Tekanannya Semakin Nyata
OpenAI, Google, dan Anthropic masih memiliki posisi kuat dalam industri AI dan Qwen belum menunjukkan bahwa dirinya telah mengalahkan ketiganya secara keseluruhan.
Namun, perkembangan terbaru membuat Qwen semakin sulit dianggap hanya sebagai pemain AI China yang mengejar dari belakang.
Dengan model 2,4 triliun parameter, strategi open-weight, harga yang kompetitif, serta ekosistem Alibaba yang besar, Qwen memiliki jalur berbeda untuk merebut pengguna.
Persaingan berikutnya mungkin bukan lagi sekadar soal siapa yang memiliki model paling canggih.
Pertarungannya adalah siapa yang mampu membuat model tersebut paling banyak digunakan.
Dan Alibaba kini terlihat semakin serius mengejar posisi tersebut.

