VASIOTA.COM – Akselerasi halus pada mobil hybrid berasal dari dua sumber tenaga yang bekerja dalam satu sistem. Penggeraknya memadukan mesin turbo bensin berkapasitas 2.497 cc dengan motor listrik. Oleh karena itu, tenaga pada mobil hybrid dapat disalurkan secara bertahap, sehingga gerak mobil terasa lebih mulus bagi penumpang.
Memahami fitur mobil hybrid membantu Anda menilai kehalusan akselerasi dengan lebih objektif. Lima fitur berikut menjelaskan peran mesin, motor listrik, baterai, hingga sistem yang mendukung kenyamanan saat mobil melaju dan melambat,
1. Tenaga Gabungan
Akselerasi halus didukung oleh besarnya tenaga yang tersedia dari sistem penggerak. Tenaga puncak gabungan mesin dan motor listrik mencapai 334 ps pada 5.800 rpm. Angka tersebut merupakan keluaran kedua sumber tenaga secara bersama, bukan tenaga mesin bensin saja. Karena itu, angka gabungan memberi gambaran mengenai kemampuan sistem secara keseluruhan.
Selain tenaga, torsi ikut menentukan respons mobil ketika Anda menekan pedal gas. Torsi puncak gabungan mencapai 460 Nm pada rentang 1.800 sampai 4.500 rpm. Rentang yang lebar ini umumnya berada pada putaran mesin yang sering digunakan dalam berkendara sehari-hari. Tenaga dan torsi gabungan menjadi dasar kerja sistem dalam menyalurkan dorongan ke mobil.
2. Motor Listrik 54 PS
Motor listrik menjadi salah satu sumber tenaga dalam sistem hybrid ini. Daya motor listrik tercatat sebesar 54 PS, sementara torsinya mencapai 264 Nm. Kedua angka tersebut menggambarkan kontribusi motor listrik yang mendampingi mesin bensin. Kerja bersama keduanya menjadi bagian dari sistem penggerak yang menghasilkan tenaga gabungan.
Mesin turbo bensin tetap menjadi pasangan kerja motor listrik. Mesin tersebut mendapat pasokan dari tangki bensin berkapasitas 72 liter, sementara motor listrik menggunakan daya dari baterai. Dengan demikian, sistem memadukan pasokan bensin untuk mesin dan listrik untuk motor. Kedua sumber tenaga itu bekerja berdampingan dalam mendukung penggerak mobil.
3. Baterai Li-ion 1,65 kWh
Motor listrik memerlukan sumber daya tersendiri, terpisah dari bensin di dalam tangki. Sistem ini menggunakan baterai Li-ion bertegangan tinggi dengan kapasitas 1,65 kWh. Baterai tersebut menjadi sumber daya motor listrik sekaligus mendukung kerja Stay Mode. Untuk menggunakan Stay Mode, tingkat pengisian baterai perlu berada di atas 35 persen.
Stay Mode memperlihatkan salah satu fungsi baterai yang dapat dirasakan pengguna. Mode ini memungkinkan sistem iklim dan media tetap menyala tanpa menghidupkan mesin. Daya yang tersedia dapat digunakan selama sekitar 25 sampai 40 menit. Dengan demikian, baterai tidak hanya menjadi sumber daya bagi motor listrik, tetapi juga menopang fungsi tersebut saat mesin tidak menyala.
4. e-Ride Gen1
Kehalusan berkendara juga berkaitan dengan respons mobil terhadap permukaan jalan. e-Ride Gen1 memanfaatkan teknologi hybrid untuk mengurangi pitch motion, yaitu gerakan mengangguk pada bodi saat mobil melewati gundukan. Fitur ini berhubungan dengan cara bodi bergerak ketika menghadapi perubahan permukaan jalan. Pengurangan gerak tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kenyamanan selama perjalanan.
Saat bodi tidak terlalu bergoyang, kemulusan berkendara dapat meningkat dan penumpang merasakan perjalanan yang lebih nyaman. Selain e-Ride Gen1, e-Comfort Drive menambah kestabilan di berbagai medan melalui teknologi Electrically Controlled Ride Comfort. Kedua fitur ini berkaitan dengan pengendalian gerak bodi dan kenyamanan saat mobil melaju. Respons terhadap kondisi jalan menjadi salah satu bagian dari pengalaman berkendara.
5. Paddle Shifter dan Pengereman Regeneratif
Pengaturan tenaga juga berperan ketika mobil memperlambat lajunya. Melalui paddle shifter, pengemudi dapat mengaktifkan mode pengereman regeneratif pada e-Ride Gen2. Mode tersebut memanfaatkan sistem hybrid saat mobil melambat. Jadi, kerja sistem hybrid tidak hanya berkaitan dengan tenaga ketika mobil berakselerasi, tetapi juga berlangsung saat laju dikurangi.
e-Ride Gen2 juga membantu ketika mobil menikung. Teknologi ini mengurangi understeer melalui pengaturan kontrol rem. Pengurangan understeer membantu mobil mengikuti arah setir dengan lebih baik. Fitur tersebut melengkapi peran sistem hybrid dalam mendukung respons mobil, termasuk pada kondisi berkendara yang melibatkan tikungan.
Kelima fitur tersebut menunjukkan bahwa akselerasi halus bergantung pada kerja sama berbagai komponen, bukan satu bagian saja. Tenaga gabungan, baterai, peredaman gerak bodi, dan pengereman regeneratif saling melengkapi dalam satu sistem. Masing-masing memiliki peran, mulai dari menyediakan tenaga hingga mendukung kenyamanan saat mobil melaju dan melambat.
Kenali Sinergi Hybrid THE ALL-NEW PALISADE Lebih Dekat
Anda dapat mengenal sinergi motor listrik dan mesin turbo bensin tersebut melalui THE ALL-NEW PALISADE Hybrid dari Hyundai. SUV ini menggunakan mesin Smartstream 2.5 T-GDi Hybrid yang dipasangkan dengan motor listrik. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sistemnya, halaman Performa pada situs resmi memuat penjelasan tentang fitur seperti e-Ride, e-DTVC, dan Stay Mode.
Halaman produk yang sama juga menyediakan tombol permintaan penawaran dan simulasi kredit. Harga THE ALL-NEW PALISADE Hybrid mulai sekitar Rp1,1 miliar OTR Jakarta untuk varian Signature. Angka tersebut merupakan estimasi dan dapat digunakan sebagai titik awal perbandingan. Anda dapat melihat informasi pada halaman produk untuk mengenali fitur dan pilihan yang tersedia.
(ads)

