VASIOTA.COM, Berita AI – Lonjakan kebutuhan listrik untuk data center kecerdasan buatan (AI) mendorong perusahaan teknologi besar kembali mempertimbangkan pembangkit listrik tenaga nuklir sebagai sumber energi jangka panjang. Salah satu proyek yang paling mendapat perhatian adalah rencana menghidupkan kembali reaktor di kompleks Three Mile Island di Pennsylvania untuk memasok listrik kepada pusat data Microsoft.
Proyek tersebut dijalankan oleh Constellation Energy, yang pada September 2024 menandatangani perjanjian pembelian listrik selama 20 tahun dengan Microsoft. Kesepakatan itu menjadi dasar rencana menghidupkan kembali Unit 1 Three Mile Island, yang ditutup pada 2019 setelah beroperasi selama puluhan tahun.
Reaktor tersebut kini dikenal sebagai Crane Clean Energy Center. Constellation berencana menginvestasikan sekitar US$1,6 miliar untuk melakukan pekerjaan yang diperlukan sebelum reaktor kembali beroperasi. Unit tersebut memiliki kapasitas sekitar 835 megawatt.
Microsoft sendiri tidak membeli atau mengoperasikan reaktor tersebut. Perusahaan berkomitmen membeli listrik yang dihasilkan melalui perjanjian jangka panjang dengan Constellation. Listrik tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan energi pusat data Microsoft yang semakin besar, termasuk beban komputasi yang berkaitan dengan AI.
Kebutuhan tersebut muncul ketika pembangunan infrastruktur AI membutuhkan pusat data dengan konsumsi listrik yang jauh lebih besar. Data center yang menjalankan model AI membutuhkan kapasitas komputasi tinggi secara terus-menerus, sehingga perusahaan teknologi membutuhkan sumber listrik yang stabil dan tersedia dalam jangka panjang.
Namun, proyek Three Mile Island juga menunjukkan bahwa menghidupkan kembali pembangkit nuklir untuk memenuhi kebutuhan AI bukan proses yang sederhana.
Pada November 2025, pemerintah Amerika Serikat memberikan pinjaman federal US$1 miliar kepada Constellation untuk membantu membiayai restart reaktor tersebut. Reuters melaporkan total investasi yang diperkirakan dibutuhkan Constellation mencapai sekitar US$1,6 miliar.
Fakta tersebut menjadi salah satu perhatian dalam analisis Bulletin of the Atomic Scientists mengenai tren investasi Big Tech pada energi nuklir. Publikasi tersebut mempertanyakan narasi bahwa perusahaan teknologi dapat dengan cepat mengandalkan nuklir untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik AI.
Dalam kasus Three Mile Island, kesepakatan awal Microsoft dan Constellation memang merupakan perjanjian komersial. Namun, proyek restart kemudian memperoleh dukungan pembiayaan pemerintah melalui pinjaman federal. Karena itu, perkembangan proyek menunjukkan bahwa pembiayaan publik dan infrastruktur jaringan tetap menjadi bagian penting dalam upaya menghadirkan kembali kapasitas nuklir untuk kebutuhan industri teknologi.
Persoalan jaringan listrik juga masih menjadi faktor yang harus diperhatikan. Pada Juni 2026, regulator energi Amerika Serikat memberikan izin tertentu kepada Constellation untuk mengalihkan hak jaringan guna mendukung proyek tersebut. Namun, sejumlah peningkatan jaringan yang diperlukan diperkirakan baru selesai pada akhir 2030 dan masih berpotensi mengalami keterlambatan.
Constellation sebelumnya menargetkan reaktor tersebut kembali beroperasi pada 2027, meskipun jadwal proyek masih bergantung pada proses regulasi, pekerjaan teknis, dan kesiapan jaringan listrik. Pada Agustus 2026, perusahaan kembali menyatakan target 2027 untuk pengoperasian Crane Clean Energy Center.
Three Mile Island menjadi salah satu contoh paling jelas dari hubungan antara perkembangan AI dan kebutuhan energi. Microsoft bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang mengamankan pasokan listrik nuklir. Perusahaan teknologi lain juga mulai membuat kesepakatan jangka panjang dengan operator pembangkit nuklir untuk memenuhi kebutuhan pusat data.
Namun, pengalaman Three Mile Island menunjukkan bahwa peningkatan kebutuhan listrik AI tidak otomatis membuat pembangkit nuklir dapat tersedia dalam waktu singkat. Restart reaktor yang sudah ditutup membutuhkan investasi besar, pemeriksaan keselamatan, persetujuan regulator, serta kesiapan jaringan untuk menyalurkan listrik.
Karena itu, perburuan energi untuk AI kini berkembang menjadi persoalan infrastruktur yang lebih luas. Perusahaan teknologi tidak hanya berlomba mendapatkan GPU dan membangun data center, tetapi juga harus memastikan dari mana listrik dalam jumlah besar dan stabil untuk menjalankan infrastruktur tersebut berasal.
BACA JUGA: Microsoft Siapkan Chip AI Maia 300
Dalam konteks itu, Three Mile Island bukan sekadar proyek untuk menghidupkan kembali sebuah reaktor lama. Proyek tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana kebutuhan energi AI mulai memengaruhi keputusan investasi di sektor kelistrikan Amerika Serikat.

