VASIOTA.COM, Berita AI – Era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini tengah memasuki babak baru yang lebih fundamental. Melansir TechCrunch, perusahaan teknologi, Shanghai Droi Technology, resmi memperkenalkan DroiClaw atau Zhuge. Ini merupakan sistem operasi AI-native generasi baru yang dirancang khusus untuk menyambut era agentic.
Konsep inovatif ini mengubah paradigma lama di mana AI hanya sekadar fitur tambahan di dalam sebuah aplikasi. Melalui pendekatan DroiClaw, AI diposisikan sebagai fondasi dasar dari sebuah sistem operasi pintar. Pengguna kelak tidak perlu lagi membuka aplikasi secara manual untuk menyelesaikan berbagai tugas harian mereka.
Sistem operasi ini hadir dengan membawa visi ekosistem Agentic OS yang sepenuhnya bebas dari ketergantungan pada aplikasi tradisional (app-free). Sistem tersebut ditopang oleh arsitektur AI hibrida yang memadukan pemrosesan di dalam perangkat (on-device) dan komputasi awan (cloud). Fokus utamanya adalah menciptakan lingkungan agen cerdas yang aman, terkontrol, dan transparan bagi pengguna.
Mendefinisikan Ulang Sistem Operasi Pintar
Selama ini, fitur seperti asisten penulis atau pengeditan gambar berbasis AI sering kali hanya ditempelkan pada operating system (OS) konvensional. DroiClaw mengambil langkah yang jauh berbeda dengan menanamkan kecerdasan buatan langsung ke dalam arsitektur sistem inti. Hal ini membuat integrasi AI menjadi lebih holistik dan menyeluruh di seluruh elemen perangkat.
Kecerdasan buatan kini mengambil peran aktif dalam sistem penjadwalan, interaksi pengguna, eksekusi tugas, hingga manajemen sumber daya. OS cerdas ini juga mendukung interaksi multimodal secara serentak untuk memudahkan para penggunanya.
Pemilik perangkat dapat memberikan perintah melalui kombinasi suara, teks, gambar, file, hingga format video.
Beralih dari Aplikasi Menuju Agentic OS
Selama puluhan tahun, smartphone beroperasi dengan mengandalkan aplikasi yang menuntut banyak intervensi manual. Misalnya, saat memesan tiket perjalanan, pengguna harus membuka banyak platform berbeda dan memindahkan informasi secara manual. DroiClaw bertujuan untuk merombak model lawas tersebut menjadi alur kerja yang sepenuhnya otomatis.
Ekosistem Agentic OS dirancang agar komputasi menjadi lebih berpusat pada niat pengguna atau intent-driven. Agen AI di dalam sistem mampu memahami permintaan bahasa alami (natural-language) dan menentukan langkah-langkah yang diperlukan.
Setelah itu, sistem akan mengoordinasikan layanan yang kompatibel dan menjalankan tindakan yang disetujui tanpa campur tangan manusia.
Meskipun bekerja secara mandiri, pengguna tetap memegang kendali penuh atas sistem operasi pintar ini. Berbagai tindakan sensitif tetap membutuhkan proses otorisasi keamanan, sementara alur kerja rutin akan dipersingkat. Hal ini secara drastis mengurangi beban tugas yang membuang waktu dan mengoptimalkan efisiensi.
Arsitektur Hibrida dan Keamanan Data
Untuk menjaga performa dan privasi, DroiClaw menerapkan model arsitektur AI hibrida yang cerdas. Pada kondisi normal, sistem akan memanfaatkan large language models (LLM) berbasis cloud untuk memproses fungsi tingkat lanjut. Ini mencakup pembuatan konten (AIGC), pengolahan informasi kompleks, hingga eksekusi keterampilan (skills) tingkat tinggi.
Namun, ketika akses internet terputus atau kuota layanan awan habis, sistem tidak akan berhenti berfungsi. OS ini otomatis beralih ke model on-device untuk menangani pertanyaan dan perintah dasar guna memastikan akses AI tetap berjalan lancar. Platform ini juga mendukung fleksibilitas penggunaan berbagai model AI privat sesuai dengan kebutuhan spesifik masing-masing pengguna.
Keamanan serta transparansi juga menjadi prioritas utama di dalam ekosistem agen cerdas ini. DroiClaw menerapkan manajemen izin yang ketat, perlindungan data berlapis, dan menetapkan batasan yang jelas bagi agen AI.
Proses komputasi lokal untuk data sensitif juga diimplementasikan guna membangun kepercayaan publik terhadap teknologi baru ini.
Demokratisasi AI untuk Semua Kalangan
Shanghai Droi Technology tidak hanya berfokus pada inovasi semata, tetapi juga aktif mendorong demokratisasi AI. Mereka membuktikan bahwa teknologi masa depan ini tidak harus selalu eksklusif untuk perangkat flagship yang mahal. DroiClaw bahkan sudah mulai diintegrasikan dan dikirimkan pada perangkat besutan Coolpad serta Philips.
Perangkat cerdas dengan OS baru tersebut dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau, yakni sekitar RMB 1.099 (setara US$160). Selain harganya yang murah, sistem operasi ini berformat open-platform sehingga tidak terikat pada satu produsen hardware tertentu.
Pengguna diberikan kebebasan penuh untuk mempersonalisasi avatar AI, memasang berbagai skills baru, hingga mengonfigurasi model yang berbeda.
BACA JUGA: Makin Pintar, Threads Kini Dilengkapi Chatbot Meta AI
Rekam jejak Shanghai Droi Technology yang telah berdiri sejak tahun 2008 menjadi pondasi kokoh bagi pengembangan ekosistem ini. Sebelumnya, platform FreemeOS milik perusahaan telah sukses beroperasi pada lebih dari 200 juta perangkat di seluruh dunia.
Pengalaman panjang ini menjadi bukti kesiapan mereka dalam memimpin transisi industri menuju pengalaman komputasi AI-native di masa depan.

