VASIOTA.COM, Berita AI – OpenAI resmi memperkenalkan OpenAI Presence, sebuah layanan enterprise AI agents yang dirancang khusus untuk kebutuhan bisnis berskala besar. Berbeda dari produk pendahulunya yang biasa dibeli secara online melalui langganan akun atau API key, Presence hadir sebagai produk managed service dengan skema distribusi terbatas.
Dalam skema baru ini, OpenAI tidak hanya menjual perangkat lunak semata. Perusahaan teknologi ini juga menerjunkan tim Forward Deployed Engineers milik mereka sendiri bersama mitra pengintegrasi sistem global untuk membantu proses implementasi secara langsung di lokasi klien.
Pendekatan baru ini menandai pergeseran strategi bisnis OpenAI. Presence tidak lagi dijual sebagai produk lepas, melainkan sebagai sebuah proyek yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik klien.
Setiap integrasi dimulai dari satu tugas tertentu, seperti menangani klaim asuransi, menyelesaikan perselisihan tagihan, atau memproses permintaan layanan IT internal.
Setiap agent hanya diberikan akses sistem dan pengetahuan yang relevan dengan tugasnya. Perusahaan klien memegang kendali penuh dalam menentukan aturan main, termasuk kapan sistem butuh persetujuan manusia dan kapan masalah harus dialihkan ke staf pendukung.
Setelah sistem berjalan, fitur Codex akan menganalisis sesi produksi serta escalation untuk merekomendasikan perbaikan yang perlu diuji dan disetujui oleh klien sebelum diluncurkan secara umum.
Langkah OpenAI mengirimkan tim engineer langsung ke lapangan diambil untuk menjawab masalah nyata di industri. Lembaga riset Gartner sempat memperingatkan bahwa lebih dari 40 persen proyek agentic AI berisiko dibatalkan akibat kendala governance, nilai bisnis yang kurang jelas, serta disiplin operasional yang lemah.
Pengalaman selama dua tahun terakhir menunjukkan bahwa bagian tersulit dalam menerapkan production agent terletak pada integrasi sistem, pengaturan permissions, dan change management.
Untuk mengatasi hal tersebut, Presence dibekali dengan fitur simulation, guardrails, catatan session record, serta mekanisme escalation yang rapi agar interaksi agen AI tetap terpantau dan aman.
BACA JUGA: Tanpa Perintah Manusia, AI OpenAI “Memberontak” dan Serang Hugging Face Sebanyak 17.000 Kali
Meskipun digadang-gadang sebagai solusi yang battle-tested, ketersediaan Presence saat ini masih dibatasi oleh kapasitas tenaga ahli. OpenAI menerapkan kriteria seleksi yang ketat bagi perusahaan yang ingin menggunakan layanan ini berdasarkan kesiapan alur kerja serta ketersediaan tim engineer mereka.
Saat ini, beberapa perusahaan global telah mulai menguji coba teknologi ini. Bank BBVA sedang mengeksplorasi layanan voice support untuk perbankan harian di Meksiko, SoftBank menguji coba interaksi berbahasa Jepang, dan grup penerbangan IAG memanfaatkan sistem ini untuk menangani lonjakan permintaan saat cuaca buruk.
Hingga saat ini OpenAI belum mempublikasikan rincian harga Presence secara umum karena biaya implementasi akan disesuaikan dengan skala dan cakupan proyek masing-masing perusahaan.

