VASIOTA.COM – Napkin AI resmi meluncurkan Napkin Slides, fitur baru berbasis kecerdasan buatan yang memungkinkan pengguna membuat presentasi lengkap dari sebuah ide. Berbeda dari pendekatan AI presentation maker yang langsung menghasilkan deck dari satu prompt, Napkin Slides terlebih dahulu memahami tujuan, audiens, dan pesan utama yang ingin disampaikan pengguna.
Napkin mengumumkan Slides pada 22 Juli 2026 dan langsung menyediakannya dalam versi beta. Fitur ini menjadi pengembangan baru dari platform Napkin yang sebelumnya dikenal sebagai alat untuk mengubah teks dan ide menjadi visual seperti diagram, grafik, flowchart, dan framework.
Napkin Slides Tidak Sekadar Membuat PPT dengan AI
Napkin melihat ada persoalan dalam cara sebagian besar AI membuat presentasi.
Pengguna biasanya memasukkan topik atau prompt, kemudian AI langsung menghasilkan sejumlah slide. Proses tersebut memang cepat, tetapi menurut Napkin pendekatan seperti ini berisiko menghasilkan presentasi yang terlihat menarik namun terlalu generik dan tidak benar-benar mencerminkan pemikiran pembuatnya.
Karena itu, Napkin Slides dirancang dengan pendekatan berbeda.
Sebelum membuat presentasi, sistem akan membantu pengguna menentukan beberapa hal penting, termasuk tujuan presentasi, siapa audiensnya, serta satu pesan utama yang diharapkan tetap diingat oleh audiens.
Setelah konteks tersebut dipahami, Napkin akan menyusun outline dan narasi sebelum menghasilkan deck secara keseluruhan.
Pendekatan tersebut membuat prosesnya lebih dekat dengan kolaborasi antara pengguna dan AI dibandingkan sekadar memasukkan prompt lalu menerima presentasi jadi.
Pengguna Tetap Menjadi Pengendali Presentasi
Napkin menempatkan AI sebagai kolaborator, bukan pengganti pembuat presentasi.
Pengguna tetap dapat menentukan narasi, warna, gaya visual, hingga melakukan perubahan terhadap isi slide. Setiap bagian presentasi juga dapat diedit setelah deck dibuat.
Napkin bahkan memungkinkan pengguna melakukan perubahan melalui slide secara langsung maupun menggunakan agent untuk memberikan instruksi perubahan.
Artinya, proses pembuatan presentasi tidak berhenti ketika AI selesai menghasilkan deck. Pengguna masih memiliki kendali untuk mengubah teks, layout, visual, font, warna, branding, maupun elemen individual pada slide.
Visual Dibuat untuk Menjelaskan Pesan
Salah satu pembeda utama Napkin Slides terletak pada penggunaan visual.
Napkin tidak hanya mengandalkan foto stok atau gambar yang dibuat AI untuk memenuhi ruang kosong pada slide. Platform tersebut mempertahankan pendekatan visual yang sudah menjadi bagian dari produk Napkin sejak awal.
Visual yang digunakan dapat berupa diagram untuk menjelaskan hubungan, chart untuk membuat data lebih mudah dipahami, hingga framework untuk memberikan struktur pada sebuah gagasan. Napkin juga menambahkan penggunaan gambar yang mendukung pesan presentasi.
Dengan pendekatan ini, visual tidak ditempatkan sekadar sebagai dekorasi.
Tujuannya adalah membantu audiens memahami informasi yang sedang disampaikan.
BACA JUGA: FlexClip Hadirkan AI Logo Animation, Ubah Logo Statis Menjadi Animasi dalam Hitungan Menit
Napkin Mengandalkan Perkembangan LLM dan AI Agent
Menurut Napkin, hadirnya Slides dimungkinkan oleh perkembangan beberapa teknologi AI secara bersamaan.
Pertama adalah large language model atau LLM yang semakin baik dalam memahami konteks dan melakukan penalaran.
Kedua adalah AI agent yang mampu menangani workflow dengan beberapa tahapan. Teknologi tersebut memungkinkan AI tidak hanya menghasilkan satu respons, tetapi menjalankan proses yang lebih kompleks dari memahami konteks hingga menghasilkan output.
Ketiga adalah perkembangan image model yang semakin mampu menghasilkan dan meningkatkan kualitas visual.
Napkin menggabungkan ketiganya untuk membangun proses pembuatan presentasi yang tidak hanya berfokus pada desain akhir, tetapi juga struktur dan narasi.
Bisa Diekspor ke PowerPoint dan Format Lain
Napkin Slides juga dirancang agar hasil presentasi dapat digunakan di luar platform Napkin.
Menurut halaman resmi Slides, pengguna dapat mengekspor presentasi ke format PPT, PDF, PNG, dan SVG. Hasil ekspor juga tetap dapat diedit melalui aplikasi presentasi seperti PowerPoint, Google Slides, dan Keynote.
Napkin sebelumnya memang telah menyediakan kemampuan ekspor visual ke PowerPoint serta impor berbagai jenis file, termasuk DOC, PDF, PPT, Markdown, dan HTML. Fitur tersebut menjadi bagian dari upaya Napkin untuk memasukkan proses pembuatan visual ke dalam workflow pengguna.
Tersedia dalam Versi Beta Tanpa Biaya Tambahan
Napkin Slides saat ini tersedia dalam status beta.
Napkin mengatakan fitur tersebut sudah dapat digunakan untuk membuat presentasi nyata, tetapi pengembangannya masih terus berjalan. Pengguna juga diminta memberikan feedback karena masih mungkin ditemukan sejumlah bagian yang perlu diperbaiki.
Menariknya, Slides tersedia untuk seluruh pengguna Napkin sebagai bagian dari subscription yang sudah ada sehingga tidak membutuhkan biaya tambahan.
Persaingan AI Presentation Maker Semakin Ketat
Peluncuran Napkin Slides datang ketika persaingan di pasar AI presentation semakin ramai.
Google, misalnya, telah menghadirkan kemampuan membuat presentasi multi-slide menggunakan Gemini di Google Slides. Fitur tersebut dapat menggunakan konten dari Google Drive sebagai konteks, menyesuaikan gaya berdasarkan presentasi lain, serta memungkinkan pengguna meninjau outline sebelum slide dibuat.
Meta juga mengembangkan kemampuan pembuatan slide melalui Meta AI yang ditenagai Muse Spark 1.1. Sistem tersebut memungkinkan pengguna meminta AI melakukan riset kemudian mengubah hasilnya menjadi presentasi.
Di tengah persaingan tersebut, Napkin memilih mengambil posisi berbeda.
Alih-alih menjadikan kecepatan menghasilkan deck sebagai satu-satunya nilai jual, Napkin mencoba menempatkan konteks, sudut pandang pengguna, dan komunikasi visual sebagai bagian utama dari proses pembuatan presentasi.
Napkin sendiri merangkum pendekatan tersebut dengan slogan “Any AI can make a deck. Only Napkin makes it yours.”
Dengan Napkin Slides, perusahaan tampaknya ingin menggeser cara orang melihat AI presentation maker. AI tidak hanya digunakan untuk menghasilkan slide secara otomatis, tetapi juga membantu pengguna mengubah ide menjadi cerita visual yang tetap memiliki karakter dan sudut pandang pembuatnya.

