VASIOTA.COM – Indonesia kini memiliki domain khusus untuk ekosistem kecerdasan artifisial dengan ekstensi .ai.id. Domain ini diperkenalkan PANDI bersama KORIKA sebagai identitas digital bagi startup, perusahaan teknologi, peneliti, komunitas, hingga organisasi yang bergerak di bidang AI di Indonesia.
Berbeda dari domain .ai yang merupakan country-code top-level domain milik Anguilla, .ai.id berada dalam ekosistem domain Indonesia yang dikelola PANDI. Pendaftarannya juga tidak langsung dibuka untuk semua orang, tetapi dilakukan melalui empat tahap mulai dari Sunrise, Grandfather, Landrush, hingga General Availability.
Apa Itu Domain .AI.ID?
.ai.id adalah domain tingkat kedua berbasis kode negara Indonesia yang dirancang khusus untuk ekosistem kecerdasan artifisial.
PANDI dan KORIKA memperkenalkannya sebagai ruang identitas digital bagi industri AI Indonesia. Penggunaannya ditujukan untuk memperjelas keterkaitan sebuah layanan atau organisasi dengan ekosistem AI nasional.
Target penggunanya cukup luas, mulai dari startup AI, perusahaan teknologi, pengembang aplikasi, lembaga riset, akademisi, komunitas hingga organisasi yang mengembangkan atau menggunakan teknologi kecerdasan artifisial.
Dengan format seperti nama.ai.id, identitas sebuah layanan dapat langsung menunjukkan dua hal sekaligus, yaitu keterkaitannya dengan AI dan identitas digital Indonesia.
Apakah Domain .AI.ID Sudah Bisa Didaftarkan?
Sudah, tetapi belum tersedia secara bebas untuk semua orang.
Pendaftaran .ai.id dilakukan secara bertahap.
Per artikel ini terbit, prosesnya berada pada fase Grandfather yang berlangsung mulai 13 Juli hingga 13 Agustus 2026. Tahap ini dikhususkan bagi pemilik domain .id aktif yang ingin memperoleh nama .ai.id yang identik dengan domain yang sudah mereka miliki.
Setelah Grandfather berakhir, masyarakat umum akan mendapatkan kesempatan melalui fase Landrush dan kemudian General Availability.

Berikut jadwal lengkapnya:
| Tahap | Periode | Siapa yang Bisa Ikut |
|---|---|---|
| Sunrise | 2 Juni–2 Juli 2026 | Pemilik merek dagang terdaftar di Indonesia |
| Grandfather | 13 Juli–13 Agustus 2026 | Pemilik domain .id aktif |
| Landrush | 24 Agustus–24 September 2026 | Masyarakat umum |
| General Availability | Mulai 5 Oktober 2026 | Publik secara umum |
Jadwal tersebut tercantum pada informasi resmi PANDI dan platform domain.ai.id.
Cara Daftar Domain .AI.ID
Proses pendaftaran berbeda tergantung fase yang sedang berlangsung.
Untuk fase sebelum General Availability, calon pengguna dapat mengikuti proses melalui platform resmi domain.ai.id.
Secara umum, tahapannya sebagai berikut.
1. Pilih Nama Domain
Tentukan nama yang ingin digunakan, misalnya:
- startup.ai.id
- robot.ai.id
- chatbot.ai.id
- perusahaan.ai.id
- nama-brand.ai.id
Sebelum mengajukan, periksa terlebih dahulu apakah nama tersebut tersedia atau sudah diklaim pihak lain.
Kamu dapat menggunakan fitur pencarian domain milik PANDI untuk mengecek status nama domain .id.
Untuk .ai.id, proses pra-pendaftaran dilakukan melalui platform domain.ai.id sesuai fase yang sedang berlangsung.
2. Buat Akun
Pada fase pra-peluncuran, calon pengguna perlu membuat akun pada platform registrasi.
Data yang diminta dapat mencakup identitas dan informasi kontak. Persyaratan tambahan bergantung pada fase pendaftaran yang diikuti.
Platform .ai.id menyebut proses verifikasi dokumen dan KYC sebagai bagian dari tahapan pendaftaran pada fase tertentu.
3. Pilih Fase yang Sesuai
Domain ai.id dapat didaftarkan belalui beberapa tahapan:
- Pada Sunrise, hanya pemilik merek dagang terdaftar di Indonesia yang dapat mengajukan.
- Pada Grandfather, kesempatan diberikan kepada pemilik domain .id aktif.
- Pada Landrush, masyarakat umum sudah dapat mengajukan nama strategis.
- Sementara pada General Availability, pendaftaran dibuka secara umum melalui registrar resmi dengan mekanisme first come, first served.
4. Unggah Dokumen Jika Dibutuhkan
Dokumen yang diperlukan bergantung pada fase.
Pada Sunrise, misalnya, calon pemilik harus membuktikan kepemilikan merek dagang yang terdaftar serta melampirkan dokumen identitas.
Pada Grandfather, verifikasi email WHOIS diperlukan dan calon pengguna harus merupakan pendaftar domain Indonesia yang memenuhi ketentuan fase tersebut.
Sementara General Availability tidak mensyaratkan dokumen khusus menurut platform .ai.id.
5. Bayar Biaya Pendaftaran
Setelah pengajuan dilakukan, calon pemilik perlu mengikuti mekanisme pembayaran yang berlaku pada fase tersebut.
Untuk fase Landrush, PANDI menyebut bahwa pendaftaran menggunakan skema harga premium. Artinya, biaya tidak bisa disamakan dengan harga domain .id biasa.
6. Tunggu Proses Klaim
Jika hanya ada satu pihak yang mengajukan sebuah nama domain dan klaim tersebut memenuhi ketentuan, domain dapat diberikan kepada pemohon.
Namun, jika beberapa pihak menginginkan nama yang sama, prosesnya dapat berlanjut ke lelang terbuka.
Platform .ai.id menjelaskan bahwa proses screening klaim dapat berlangsung hingga 15 hari, sedangkan lelang terbuka berlangsung selama tujuh hari. Pemenang ditentukan berdasarkan penawaran tertinggi.
Berapa Harga Domain .AI.ID?
Ini bagian yang perlu diperhatikan.
Harga .ai.id tidak bisa disebut satu angka yang berlaku untuk semua tahap.
Pada fase Landrush, PANDI secara resmi menyebut adanya harga premium. Sementara ketika General Availability dibuka, pendaftaran dilakukan melalui registrar resmi PANDI.
Hingga informasi resmi yang tersedia saat ini, PANDI belum mencantumkan satu harga retail umum .ai.id yang dapat dijadikan patokan untuk seluruh registrar.
Karena itu, informasi seperti “.ai.id pasti Rp100 ribu” atau “.ai.id pasti Rp300 ribu per tahun” sebaiknya tidak dijadikan acuan sebelum harga resmi registrar tersedia.
Harga yang dibayar pengguna nantinya dapat dipengaruhi oleh fase pendaftaran, status nama domain, skema premium, serta kebijakan registrar.
Untuk menghindari salah informasi, calon pengguna sebaiknya mengecek harga langsung pada platform resmi domain.ai.id atau registrar PANDI ketika fase yang diikuti sudah tersedia.
Apa Itu Harga Premium pada Fase Landrush?
Landrush merupakan kesempatan bagi masyarakat umum untuk mendapatkan nama domain strategis sebelum General Availability.
Fase ini berlangsung pada 24 Agustus sampai 24 September 2026.
Karena menggunakan harga premium, biaya mendapatkan nama tertentu bisa berbeda dari harga registrasi normal setelah General Availability.
Skema tersebut memberikan kesempatan bagi pengguna yang menginginkan nama strategis untuk mengajukannya lebih awal. Jika terdapat beberapa pemohon untuk nama yang sama, mekanisme lelang dapat digunakan untuk menentukan pemenang.
Kapan .AI.ID Dibuka untuk Umum?
Pendaftaran umum atau General Availability dijadwalkan mulai 5 Oktober 2026.
Pada tahap tersebut, masyarakat umum dapat mendaftarkan domain .ai.id melalui registrar resmi PANDI menggunakan sistem first come, first served.
Artinya, pemohon tidak lagi harus memiliki merek dagang atau domain .id sebelumnya untuk ikut mendaftarkan nama.
Namun, prinsip first come, first served juga berarti nama domain yang menarik berpotensi lebih cepat diambil oleh pengguna lain.
Karena itu, jika sudah memiliki nama brand yang ingin digunakan, sebaiknya persiapkan pilihan domain sejak sekarang.
Apa yang Terjadi Jika Nama Domain Diperebutkan?
PANDI menyiapkan mekanisme lelang untuk mengatasi kondisi ketika lebih dari satu pihak mengajukan nama domain yang sama pada fase tertentu.
Misalnya, terdapat beberapa pihak yang menginginkan satu nama domain yang sama.
Domain tersebut tidak otomatis diberikan kepada orang yang mengajukan pertama. Proses dapat masuk ke mekanisme lelang terbuka sesuai ketentuan fase pendaftaran.
Platform .ai.id menyebut proses lelang terbuka berlangsung selama tujuh hari dan pemenangnya ditentukan berdasarkan penawaran tertinggi.
Hal ini penting terutama bagi nama domain pendek, generik, dan memiliki nilai branding tinggi.
Siapa yang Cocok Menggunakan .AI.ID?
Domain ini paling relevan untuk organisasi atau proyek yang memang berkaitan dengan AI.
Contohnya:
- Startup kecerdasan artifisial
- Perusahaan pengembang software AI
- Platform AI
- Developer aplikasi AI
- Konsultan AI
- Laboratorium penelitian AI
- Komunitas AI
- Lembaga pendidikan atau riset
- Produk berbasis machine learning
- Media atau platform informasi AI
Penggunaan .ai.id juga dapat membantu sebuah brand menunjukkan keterkaitannya dengan ekosistem AI Indonesia.
Namun, domain tersebut bukan berarti otomatis membuktikan bahwa sebuah layanan menggunakan teknologi AI atau telah mendapatkan sertifikasi tertentu.
Domain tetap berfungsi sebagai identitas alamat internet, bukan sertifikasi kualitas produk.
.AI.ID vs .AI, Apa Bedanya?
Perbedaan paling mendasar terletak pada identitas domainnya.
.ai merupakan country-code top-level domain milik Anguilla, sedangkan .ai.id merupakan bagian dari ekosistem domain Indonesia yang dikelola PANDI.
Bagi perusahaan yang target pasarnya Indonesia, .ai.id menawarkan kombinasi identitas AI dan identitas Indonesia.
Sementara .ai dapat memiliki daya tarik lebih global karena sudah lama digunakan oleh perusahaan dan startup AI di berbagai negara.
Pilihan akhirnya bergantung pada positioning brand.
Jika ingin menonjolkan identitas Indonesia, .ai.id memiliki karakter yang lebih spesifik.
Jika mengutamakan ekstensi yang sudah sangat dikenal dalam ekosistem startup global, .ai mungkin masih lebih familiar.
Tips Memilih Nama Domain .AI.ID
Sebelum mendaftarkan domain, jangan hanya mengejar nama yang pendek.
Perhatikan beberapa hal berikut.
- Gunakan nama yang mudah diingat. Hindari kombinasi huruf dan angka yang sulit dibaca.
- Selaraskan dengan brand. Jika perusahaan sudah memiliki merek, nama domain sebaiknya konsisten dengan identitas tersebut.
- Hindari pelanggaran merek. Nama domain tidak seharusnya digunakan untuk meniru atau mengambil identitas pihak lain.
- Siapkan beberapa alternatif. Nama yang diinginkan mungkin sudah dimiliki atau diklaim pengguna lain.
- Pertimbangkan jangka panjang. Domain akan menjadi bagian dari identitas digital, sehingga jangan memilih nama hanya karena sedang tren.
Jadi, Bagaimana Cara Mendapatkan .AI.ID Sekarang?
Jika ingin mendaftarkan .ai.id sekarang, perhatikan fase yang sedang berlangsung.
Pada 10 Agustus 2026, fase Grandfather masih berlangsung sampai 13 Agustus 2026 dan hanya diperuntukkan bagi pemilik domain .id aktif yang memenuhi ketentuan.
Jika tidak memenuhi syarat tersebut, kesempatan berikutnya adalah Landrush pada 24 Agustus–24 September 2026. Pada tahap ini masyarakat umum dapat mengajukan nama domain dengan skema harga premium.
Setelah itu, pendaftaran umum dibuka melalui General Availability mulai 5 Oktober 2026 dengan sistem first come, first served melalui registrar resmi PANDI.
Untuk memantau pendaftaran dan ketentuan terbaru, calon pengguna dapat mengecek situs resmi domain.ai.id serta informasi registrar pada PANDI.
Dengan jadwal tersebut, pengguna yang mengincar nama domain strategis sebaiknya tidak menunggu sampai General Availability tanpa persiapan. Nama yang pendek dan sesuai dengan brand berpotensi menjadi yang paling cepat diperebutkan ketika pendaftaran umum dibuka.

