VASIOTA.COM – Banyak pengguna Shopee Affiliate mengeluhkan minimnya jumlah penonton pada konten video yang mereka unggah. Masalah ini sering kali bukan terletak pada kualitas konten semata, melainkan pemilihan waktu publikasi yang kurang tepat saat audiens tidak aktif.
Memahami pola perilaku penonton menjadi kunci utama bagi kreator untuk mendapatkan eksposur maksimal di platform e-commerce ini.
Algoritma Shopee Video bekerja dengan cara mendeteksi interaksi awal sesaat setelah konten terbit. Kreator yang mengunggah video pada jam sibuk atau saat lalu lintas pengguna sedang tinggi memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke halaman For You Page (FYP).
Artikel ini mengulas waktu terbaik untuk mengunggah video agar potensi viral dan konversi penjualan meningkat pesat.
Mengapa Waktu Upload Sangat Mempengaruhi Algoritma
Algoritma Shopee memprioritaskan konten baru yang segera mendapatkan respon positif berupa likes, komentar, atau share.
Mesin mendeteksi relevansi konten berdasarkan seberapa cepat audiens bereaksi terhadap video tersebut.
Jika seorang affiliator mengunggah video pada jam 3 pagi saat mayoritas pengguna tidur, video tersebut akan tenggelam oleh konten baru yang muncul saat pengguna mulai aktif di pagi hari.
Pemilihan waktu yang tepat memastikan video muncul tepat saat pengguna membuka aplikasi. Hal ini menciptakan momentum awal yang krusial.
Momentum ini memberi sinyal kepada sistem Shopee bahwa konten tersebut menarik dan layak didistribusikan ke lebih banyak penonton.
Oleh karena itu, strategi waktu bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi teknis dalam pemasaran afiliasi berbasis video.
Analisis Jadwal Jam Upload Shopee Video Paling Efektif
Berdasarkan kebiasaan pengguna internet di Indonesia, terdapat tiga jendela waktu utama yang memiliki lalu lintas tertinggi.
Berikut adalah rincian mendalam mengenai jam-jam krusial tersebut:
1. Waktu Pagi (Pukul 06.00 – 09.00 WIB)
Masyarakat modern memiliki kebiasaan mengecek ponsel sesaat setelah bangun tidur atau saat perjalanan menuju tempat aktivitas. Periode ini menjadi peluang emas bagi kreator untuk menyajikan konten yang ringan dan inspiratif.
Pada rentang waktu ini, pengguna cenderung mencari motivasi atau hiburan singkat sebelum memulai rutinitas padat. Konten yang cocok untuk jam ini meliputi video “Outfit of The Day” (OOTD) untuk bekerja, peralatan sarapan, atau produk kecantikan rutin pagi hari.
Mengunggah pada pukul 07.00 pagi sering kali memberikan hasil optimal karena bertepatan dengan waktu senggang sebelum jam kerja dimulai.
2. Waktu Istirahat Siang (Pukul 11.00 – 13.00 WIB)
Lalu lintas penggunaan aplikasi belanja online mengalami lonjakan signifikan saat jam istirahat kantor dan sekolah. Para pekerja dan pelajar menggunakan waktu ini untuk melepas penat dengan berselancar di media sosial atau aplikasi marketplace.
Psikologi pengguna pada jam ini cenderung lebih santai namun memiliki intensi belanja yang cukup tinggi karena mereka memiliki waktu luang untuk melakukan transaksi.
Video rekomendasi makanan, jajanan unik, atau barang-barang hobi sangat relevan untuk mengisi slot waktu ini. Pastikan video sudah terunggah sebelum pukul 12.00 siang agar siap ditonton saat pengguna mulai membuka ponsel mereka.
3. Prime Time Malam (Pukul 19.00 – 21.00 WIB)
Inilah waktu puncak aktivitas pengguna internet di Indonesia. Setelah menyelesaikan aktivitas seharian, mayoritas orang menghabiskan waktu malam untuk bersantai sambil mencari hiburan atau berbelanja online.
Slot waktu ini memiliki durasi interaksi paling panjang dibandingkan waktu lainnya. Pengguna tidak terburu-buru dan bersedia menonton video dengan durasi yang lebih lama atau melakukan riset produk secara mendalam.
Affiliator wajib memanfaatkan momen ini untuk mengunggah konten unggulan atau produk dengan nilai komisi tinggi. Persaingan pada jam ini memang ketat, namun potensi jangkauan penontonnya adalah yang terbesar.
BACA JUGA: Kode Referral ShopeePay Terbaru Klaim Bonus Saldo & Panduan Anti Gagal
Strategi Posting Berdasarkan Kategori Hari
Pola perilaku pengguna tentu berbeda antara hari kerja (weekdays) dan akhir pekan (weekend). Memahami perbedaan ini membantu kreator menyesuaikan strategi konten agar tetap relevan setiap harinya.
Senin hingga Jumat
Pada hari kerja, pola aktivitas pengguna sangat terstruktur dan mengikuti jam kantor atau sekolah. Lalu lintas pengunjung stabil pada jam-jam spesifik seperti yang telah dijelaskan sebelumnya (pagi sebelum aktivitas, istirahat siang, dan malam setelah pulang kerja).
Kreator harus disiplin mengikuti jadwal ini karena pengguna jarang membuka aplikasi di luar jam istirahat.
Sabtu dan Minggu
Akhir pekan menawarkan fleksibilitas yang lebih luas. Pengguna cenderung bangun lebih siang dan tidur lebih larut. Lalu lintas penggunaan aplikasi Shopee sering kali tinggi sepanjang hari, mulai dari pukul 10.00 pagi hingga tengah malam.
Pada hari libur, konten yang bersifat hiburan, liburan, atau perlengkapan rumah tangga mendapatkan atensi lebih.
Pengguna memiliki waktu luang yang panjang untuk mempertimbangkan pembelian barang-barang yang mungkin tidak sempat mereka lihat saat hari kerja.
Mengunggah video pada sore hari di akhir pekan juga menjadi strategi ampuh untuk menjangkau pengguna yang sedang bersantai.
Tabel Ringkasan Jadwal FYP Shopee Video
Untuk memudahkan pemahaman dan eksekusi strategi, berikut adalah ringkasan jadwal waktu upload terbaik yang dapat diterapkan oleh para affiliator:
| Waktu | Jam Efektif | Karakteristik Audiens | Rekomendasi Konten |
|---|---|---|---|
| Pagi | 06.00 – 09.00 | Bangun tidur, perjalanan kerja | Skincare pagi, OOTD, motivasi |
| Siang | 12.00 – 13.00 | Istirahat, makan siang | Makanan, peralatan kantor, hobi |
| Sore | 16.00 – 17.00 | Pulang kerja, santai sore | Camilan, perlengkapan rumah |
| Malam | 19.00 – 21.00 | Waktu luang panjang (Prime Time) | Review gadget, fashion, elektronik |
Faktor Penentu FYP Selain Ketepatan Waktu
Mengandalkan jam upload saja tidak menjamin video akan viral jika elemen pendukung lainnya terabaikan.
Algoritma Shopee Video menilai kualitas konten secara menyeluruh. Berikut adalah elemen penting yang harus bersinergi dengan waktu tayang.
Penggunaan Musik yang Sedang Tren
Shopee menyediakan fitur “Sound” atau musik yang sedang populer. Menggunakan audio yang sedang naik daun membantu algoritma mengelompokkan video ke dalam kategori yang sedang banyak dicari.
Musik trending memicu sistem untuk merekomendasikan video kepada pengguna yang juga menikmati konten dengan audio serupa.
Kreator perlu rajin mengecek daftar lagu viral di perpustakaan musik Shopee.
Kualitas Visual dan Hook yang Kuat
Tiga detik pertama adalah penentu segalanya. Penonton akan menggulir layar (scroll) jika video terlihat buram, gelap, atau tidak menarik di awal.
Pastikan pencahayaan cukup dan video memiliki resolusi yang tajam. Gunakan kalimat pembuka atau hook yang memancing rasa penasaran, seperti pertanyaan provokatif atau tampilan produk yang estetik. Kualitas visual mencerminkan kredibilitas affiliator di mata calon pembeli.
Penggunaan Hashtag yang Relevan dan Spesifik
Hashtag berfungsi sebagai label navigasi bagi algoritma. Hindari penggunaan hashtag yang terlalu umum atau tidak relevan dengan isi video.
Gunakan kombinasi hashtag populer (seperti #ShopeeVideo, #RacunShopee) dan hashtag spesifik produk (seperti #RekomendasiTas, #SkincareMurah).
Penggunaan 3 hingga 5 hashtag yang tepat sasaran jauh lebih efektif daripada membanjiri deskripsi dengan puluhan tag yang tidak relevan.
Menyesuaikan Jadwal dengan Niche Produk
Setiap kategori produk memiliki segmen pasar dengan kebiasaan waktu yang berbeda. Memahami target audiens secara spesifik memungkinkan kreator melakukan penyesuaian jadwal yang lebih presisi.
Produk perlengkapan bayi atau rumah tangga, misalnya, lebih cocok diunggah pada pagi hari atau siang hari. Hal ini dikarenakan target pasarnya, yakni ibu rumah tangga, biasanya memiliki waktu luang setelah mengurus kebutuhan pagi keluarga.
Sebaliknya, produk gadget atau gaming lebih efektif jika diunggah pada malam hari saat target pasar remaja atau pekerja muda sedang aktif berselancar di dunia maya.
Melakukan eksperimen kecil pada jam-jam yang berbeda juga sangat disarankan. Kreator dapat mencoba mengunggah konten di luar jam mainstream untuk melihat respons pasar niche tertentu. Data yang didapat dari eksperimen ini menjadi acuan berharga untuk strategi jangka panjang.
Cara Membaca Insight untuk Evaluasi Jadwal

Langkah terakhir yang tak kalah penting adalah evaluasi. Shopee menyediakan fitur insight atau analisis performa video. Kreator harus rutin memeriksa data ini untuk melihat kapan pengikut mereka paling aktif.
Perhatikan grafik penayangan pada setiap video. Jika video yang diunggah siang hari konsisten mendapatkan views lebih tinggi daripada malam hari, maka ubahlah jadwal rutin mengikuti data tersebut.
Data real-time dari akun masing-masing jauh lebih akurat dibandingkan panduan umum manapun, karena mencerminkan perilaku pengikut setia akun tersebut.
Konsistensi adalah kunci. Setelah menemukan pola waktu yang paling menghasilkan, pertahankan jadwal tersebut agar algoritma mengenali pola aktivitas akun. Akun yang aktif dan terjadwal cenderung mendapatkan prioritas distribusi konten oleh sistem Shopee.
Kesimpulan
Menentukan jam upload Shopee Video agar FYP untuk affiliate memerlukan kombinasi antara pemahaman data umum dan analisis kebiasaan target audiens.
Waktu-waktu krusial seperti pagi hari (06.00-09.00), jam istirahat siang (12.00-13.00), dan malam hari (19.00-21.00) merupakan titik awal yang strategis untuk mendapatkan eksposur maksimal.
Namun, keberhasilannya terletak pada sinergi antara ketepatan waktu, kualitas konten, penggunaan musik trending, dan relevansi produk. Kreator yang mampu konsisten menyajikan video berkualitas pada jam yang tepat akan menikmati peningkatan trafik dan komisi secara berkelanjutan.

