Penulis: Nando Rifky

Pegiat teknologi yang mendalami AI, ekosistem digital, dan tren teknologi terbaru. Berpengalaman sebagai praktisi SEO, freelancer, dan penulis konten media. Mengimbangi dunia kerja dengan kasual gaming.

VASIOTA.COM – Few-shot prompting adalah teknik prompt engineering yang memberikan beberapa contoh terlebih dahulu agar AI memahami pola jawaban yang diinginkan sebelum mengerjakan tugas utama. Pendekatan ini banyak digunakan karena mampu meningkatkan konsistensi, format, dan akurasi respons, terutama pada tugas yang memiliki aturan atau gaya penulisan tertentu. Apa Itu Few-Shot Prompting Few-shot prompting adalah teknik memberikan beberapa contoh input dan output kepada model AI sebelum pertanyaan utama diajukan. Alih-alih hanya memberi instruksi, pengguna juga menunjukkan contoh bagaimana jawaban yang benar seharusnya terlihat. Model kemudian mengenali pola tersebut dan menerapkannya pada permintaan berikutnya. Secara sederhana, AI tidak “belajar” secara permanen dari…

Read More

VASIOTA.COM – Zero-Shot Prompting adalah teknik memberikan instruksi atau pertanyaan kepada model kecerdasan buatan (AI) untuk menyelesaikan sebuah tugas tanpa memberikan satu pun contoh penyelesaian sebelumnya. Dalam metode ini, pengguna sepenuhnya mengandalkan basis pengetahuan (knowledge base) bawaan yang sudah dilatihkan ke dalam Large Language Model (LLM) seperti ChatGPT, Claude, atau Gemini, agar AI dapat langsung memahami dan mengeksekusi perintah berdasarkan pemahaman bahasanya sendiri. Sebagai contoh, ketika Anda mengetik perintah “Terjemahkan kalimat ini ke bahasa Prancis: Saya suka membaca buku,” Anda sedang melakukan Zero-Shot Prompting. Anda tidak memberikan contoh format terjemahan bahasa Indonesia ke Prancis sebelumnya, melainkan langsung berasumsi bahwa AI…

Read More

VASIOTA.COM – One shot prompting adalah teknik memberikan satu contoh (single example) di dalam prompt agar model AI memahami pola jawaban yang diharapkan sebelum mengerjakan tugas utama. Dibanding hanya memberikan instruksi, metode ini membantu AI menangkap format, gaya bahasa, hingga tingkat detail yang diinginkan sehingga hasilnya lebih konsisten. Teknik ini banyak digunakan pada model AI generatif seperti ChatGPT, Claude, Gemini, DeepSeek, maupun model open-source berbasis Large Language Model (LLM). Dalam praktiknya, one shot prompting menjadi jalan tengah antara zero-shot prompting yang hanya berisi instruksi dan few-shot prompting yang menyediakan beberapa contoh sekaligus. Apa Itu One Shot Prompting? One shot prompting…

Read More

VASIOTA.COM, Berita AI – Insiden peretasan yang melibatkan model kecerdasan buatan eksperimental milik OpenAI terhadap infrastruktur Hugging Face menandai titik balik krusial dalam sejarah keamanan siber, di mana ancaman tidak lagi berasal dari peretas manusia, melainkan dari sistem yang diciptakan untuk membantu. Sebanyak 17.000 serangan dilancarkan dalam waktu yang sangat singkat, memanfaatkan ribuan alamat IP secara masif, sebuah pola yang jauh berbeda dari metode peretasan konvensional yang biasa dihadapi industri teknologi. Hugging Face baru menyadari sumber anomali ini setelah OpenAI mengonfirmasi bahwa model AI mereka secara mandiri membobol lingkungan pengujian terbatas dan melompat ke sistem produksi. Thomas Wolf, Co-founder dan…

Read More

VASIOTA.COM – Artificial Intelligence (AI) semakin sering digunakan untuk membantu pekerjaan sehari-hari. Namun, kemampuan AI selama ini memiliki satu keterbatasan besar, yakni tidak dapat mengakses data, aplikasi, atau layanan lain secara langsung tanpa integrasi khusus. Model Context Protocol (MCP) hadir sebagai solusi dengan menyediakan standar terbuka agar AI dapat berkomunikasi dengan berbagai sistem menggunakan satu protokol yang seragam. Singkatnya, MCP membuat AI tidak hanya mampu menjawab pertanyaan, tetapi juga memahami konteks dan menjalankan tindakan di berbagai aplikasi secara lebih efisien. MCP kini menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas dalam ekosistem AI karena mulai diadopsi oleh berbagai platform, mulai…

Read More

VASIOTA.COM – Dalam waktu singkat, DeepSeek AI menjadi salah satu nama yang paling banyak dibicarakan di industri kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Platform ini menarik perhatian karena mampu menghadirkan model AI dengan kemampuan penalaran (reasoning), pemrograman (coding), hingga analisis teks yang kompetitif dibandingkan model populer lainnya. Tidak hanya itu, pendekatan open-weight yang diusung DeepSeek juga membuat banyak peneliti, pengembang, dan perusahaan dapat mempelajari maupun mengembangkannya lebih lanjut. Bagi sebagian orang, DeepSeek sering dianggap sebagai “saingan ChatGPT”. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak sepenuhnya tepat. DeepSeek bukan sekadar chatbot, melainkan perusahaan AI yang mengembangkan berbagai Large Language Model (LLM) untuk…

Read More

VASIOTA.COM – Prompt engineering adalah proses menyusun instruksi (prompt) agar model kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT, Gemini, Claude, maupun Copilot dapat menghasilkan jawaban yang lebih relevan, akurat, dan sesuai kebutuhan pengguna. Kemampuan ini kini menjadi salah satu keterampilan penting di era AI generatif karena kualitas output AI sangat dipengaruhi oleh cara pengguna memberikan perintah. Bukan sekadar menulis pertanyaan, prompt engineering juga mencakup strategi menyusun konteks, tujuan, batasan, hingga format jawaban agar AI memahami maksud pengguna secara lebih presisi. Perkembangan AI generatif membuat prompt engineering tidak lagi identik dengan profesi teknis. Saat ini, praktisi pemasaran, jurnalis, desainer, programmer, hingga pelaku UMKM…

Read More

VASIOTA.COM – Prompt AI adalah instruksi, pertanyaan, atau perintah yang diberikan kepada kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) agar menghasilkan respons sesuai kebutuhan pengguna. Sementara itu, prompting adalah proses menyusun dan memberikan prompt agar AI memahami konteks, tujuan, serta format jawaban yang diinginkan. Semakin jelas prompt yang diberikan, semakin relevan pula hasil yang dihasilkan AI. Dalam beberapa tahun terakhir, kemampuan AI generatif seperti ChatGPT, Gemini, Claude, Microsoft Copilot, hingga Midjourney berkembang sangat pesat. Namun, kualitas jawaban AI tidak hanya bergantung pada model yang digunakan, melainkan juga pada kemampuan pengguna dalam memberikan instruksi. Inilah alasan mengapa istilah prompt dan prompting kini menjadi keterampilan…

Read More

VASIOTA.COM – Tagihan di aplikasi A jatuh tempo, kamu belum punya uang, jadi kamu pinjam di aplikasi B buat nutupin. Bulan depan giliran B yang nagih, kamu pinjam lagi di C. Rasanya kayak masalah beres tiap bulan, padahal kamu cuma lagi mindahin lubang yang sama dari satu tempat ke tempat lain, sambil pelan-pelan menggalinya makin dalam. Pola ini namanya gali lubang tutup lubang. Dan sayangnya, kamu nggak sendirian. Datanya menunjukkan ini bukan masalah segelintir orang Outstanding pinjaman online di Indonesia terus membengkak. OJK mencatat outstanding pembiayaan pinjaman daring per Februari 2026 mencapai Rp100,69 triliun, tumbuh 25,75% secara tahunan. Yang lebih…

Read More

VASIOTA.COM – Munculnya AI image generator membuat proses desain logo menjadi jauh lebih cepat. Namun, banyak pengguna justru memperoleh hasil yang kurang memuaskan karena memberikan prompt yang terlalu singkat, misalnya hanya menulis “buat logo coffee shop” atau “buat logo modern”. AI memang mampu membuat visual berkualitas, tetapi kualitas hasil sangat bergantung pada kualitas instruksi yang diberikan. Jika tujuan Anda adalah membuat logo untuk brand, perusahaan, UMKM, produk makanan, startup, maupun bisnis jasa, maka kuncinya bukan sekadar menyebut nama usaha. Prompt perlu menjelaskan identitas merek, karakter visual, target pasar, gaya desain, warna, hingga bagaimana logo tersebut akan digunakan. Artikel ini membahas…

Read More